Untunglah selepas kejadian 'nabi penunjuk jalan telat bangun' ini, segalanya berlangsung lancar. Setelah semuanya siap dan yang ditunggu sudah siap yaitu saya dan A**ef (room mate saya senasib & sepenanggungan), mulailah kami berjalan sekitar 10 menit menuju Halte persinggahan Tram 16, bahtera darat yang akan mengangkut kami menuju ke tempat tujuan: Heeswijkplein, halte terdekat Masjid Al Hikmah.
Old Batch mejeng sambil nunggu Tram 16
Di halte dan di tram kami berjumpa beberapa orang wni yang memiliki tujuan yang sama di pagi hari ini. Alhamdulillah, kami semua tiba selamat & jauh dari kata telat. Sebelum sholat Ied dimulai, kami masih punya waktu 45 menit untuk menjajaki atmosfer Masjid Al Hikmah, sebuah bangunan yang konon dulunya adalah gereja. Proses transformasi ini kabarnya dicampuri oleh tangan dingin Probo Sutedjo, pengusaha besar yang juga kerabat Bapak Pembangunan Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar