Jumat, 26 Oktober 2012

Road to Eid Qurban 1433 H in Den Haag

Delapan bagi yang meyakininya angka ini bermakna keberuntungan. Hari ini saya terbangun pukul 08.08 pagi, angka jam yang cantik. Namun pukul delapan ini bukan hal yang bagus ketika kamu bertugas menjadi penunjuk jalan bagi umat ISS yang mau berangkat sholat Iedul Qurban di Masjid Al Hikmah Kota Den Haag, apalagi schedulenya berangkat pukul 08.15. Saya buka notifikasi pesan di whatsapp group ISS 2011/2012 Reguler+Phd, "udah pada berangkat?", "Bang az, jemaahnya dah mulai gelisah...", "Jemaah dah mulai anarkis ini :D".. walhasil walau mata masih kucel.. saya langsung lompat ngambil handuk, mandi, wudhu, sholat subuh.. hhe.. sebelumnya tentu saya sempatkan confirm supaya umat yang galau jadi tenang. #Efek kelelahan+begadang+mis-setting alarm.

Untunglah selepas kejadian 'nabi penunjuk jalan telat bangun' ini, segalanya berlangsung lancar. Setelah semuanya siap dan yang ditunggu sudah siap yaitu saya dan A**ef (room mate saya senasib & sepenanggungan), mulailah kami berjalan sekitar 10 menit menuju Halte persinggahan Tram 16, bahtera darat yang akan mengangkut kami menuju ke tempat tujuan: Heeswijkplein, halte terdekat Masjid Al Hikmah.

Old Batch mejeng sambil nunggu Tram 16


Di halte dan di tram kami berjumpa beberapa orang wni yang memiliki tujuan yang sama di pagi hari ini. Alhamdulillah, kami semua tiba selamat & jauh dari kata telat. Sebelum sholat Ied dimulai, kami masih punya waktu 45 menit untuk menjajaki atmosfer Masjid Al Hikmah, sebuah bangunan yang konon dulunya adalah gereja. Proses transformasi ini kabarnya dicampuri oleh tangan dingin Probo Sutedjo, pengusaha besar yang juga kerabat Bapak Pembangunan Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar