Hha, perlu suggestion therapy diri biar semangat menulis.
Well, sekarang lagi santai di tengah kesibukan merampungkan thesis. Maklum, ceritanya ini lagi jadi mahasiswa es dua, di Netherland alias di negeri tanah yang datar. Hari-hari kuliah di Eropa garis besarnya diwarnai dua hal: study dan traveling. Kalau study lagi reses ya traveling, klo lagi off traveling ya study. Kadang2 bisa study sambil traveling atau sebaliknya. Kalau yang pertama maksudnya pas lagi belajar, kadang disambi dengan aktivitas searching dan booking akomodasi buat next traveling destination. Sedangkan yang sebaliknya artinya pas lagi traveling memang tujuannya buat belajar. Bagi saya keduanya merupakan pengalaman yang mengasikkan.
Meskipun, untuk jenis kegiatan khususnya aktivitas akademik di kampus, itu bisa bikin puyeng juga. Teringat kembali sewaktu di awal term saya nekat men-challenge diri. Jadi kala itu ditawarkan suatu mata kuliah Politics wajib dengan 3 pilihan: beginner, intermediate dan advance. Ya sudah, dengan niat menguji nyali, saya register kuliah tingkat advance bertajuk Politics, Power & Development. Hasilnya luar biasa tak terduga. Nilai alhamdulillah sukses melewati standar kelulusan, hanya saja hha2x.. statistic di academic report cukup menohok dada. Grade yang tertera sama dengan nilai paling minimum di kelas. Seumur-umur kayaknya ini pengalaman pertama jadi paling buntut di kelas. Tapi tidak mengapa, mereview kata Om Mario, di masa muda kalau dihadapkan pilihan antara berenang di lautan yang dipenuhi ikan besar atau di kolam kecil dipenuhi ikan kecil, berani saja ambil pilihan pertama. Katanya itu bagus buat exercising kebesaran jiwa dan kekayaan pengetahuan. Sampai sejauh ini.. (jauh sekali malah, dari Asera ke Eropa, wow) saya sangat sepakat dengan saran tersebut. Banyak pengalaman dan ilmu baru nan menarik saya dapatkan baik melalui studi di kelas maupun study trip. Untuk hal itu akan saya jajakan juga di warung ini, namun bukan di toples ini tapi di toples yang lain, insyaAllah.
Soal cerita pengalaman traveling di Eropa sudah banyak dijumpai di berbagai media yang ada. Di antara cerita-cerita itu tentu ada yang membuat hati terpikat supaya bisa turut merasainya sendiri (menjejak, melihat, menyentuh, mendengar, menghirup, mengecap, memfoto+difoto); secara langsung, secara dekat. Kapan2 saya juga bakal turut berbagi kisah pribadi tentang enaknya (juga tidak enaknya kalau ada) ketika jalan-jalan di Eropa. Sekali lagi adanya bukan di sini tapi di toples yang lain :').
Untuk keperluan mengisi toples-toples warung saya itu, mau tidak mau saya baru mau mulai flashback kembali jejak lama yang harusnya saya tulis sejak dulu :P. Baru sadar saya, sayang amat kalau pengalaman bernilai hampir setengah miliar ini hilang tanpa bekas. Mungkin ini juga yang ingin disampaikan salah seorang teman dekat saya ketika mengetuk pintu akal saya supaya bikin warung ketikan semacam ini. Betul juga.. halah.. minimal pengalaman2 yang dilalui direkam dalam bentuk tulisan yang.. yaah.. mudah-mudahan bisa membayar tanggung jawab duit 1/2 M tersebut.
Hmm.. nampaknya usaha 'back to the past for the future' ini akan bermula dari samar2 wajah ekspresi.. eh.. (kan nda lihat muka sendiri coz waktu itu nda lihat cermin).. dari suasana ekspresi bagaimana luar biasa
gembiranya saya sewaktu menerima telepon ucapan selamat sebagai kandidat
penerima beasiswa program Stuned 2011-2012. Kemudian sayup2 terdengar degup jantung yang kencangnya
bukan main. Ini mulai lebay. Raga serasa ingin melayang di udara saking kaget bercampur
senangnya saya ketika itu. Hhaha.. maklum lagi.. bisa mendapat kesempatan studi gratis di luar negeri
ibarat angan sebatas mimpi yang jadi kenyataan. Sebuah kesempatan yang pada gilirannya membawa saya kepada
berbagai pengalaman istimewa selama kuliah
di Eropa tepatnya di negeri kincir angin, Belanda (jujur saya sendiri kadang ini nyata apa mimpi).
Oke, cukup dululah untuk toples ini, nanti di sambung lagi di toples berikutnya... walah jadi kaya nulis surat. Akhir kata, smoga warung sederhana ini mampu memberi inspirasi dari sekian banyak kesempatan berharga yang telah saya
lihat dan dengar selama kuliah di International Social Studies (ISS) Eramus
University of Rotterdam, kampus tempat saya kuliah selama kurang lebih 16
bulan. Waduh jadi kaya mau nutup sambutan. Wassalam,
#Catatan penjaga warung
Notes:
klo ada yang baca ini trus bilang "wow" nda pake gitu, kudoakan segera bisa nyicip traveling keliling eropa; terutama bagi yang belum, aamiin.
WOOOOOOOW!
BalasHapusTapi sa-saya pengennya ndak ke Eropa. Pengen ke sekitaran Oz-Amerika-Kanada trus ke Maldives (buat honeymoon), trus naek haji. *banyak maunya*
Do'akan yak. :D
Iyak, ngapa sekarang baru mule nulis-nulis. Pan sayang ituh segala macem pengalamannya. Lagian yak, tulisan tentang pengalaman beasiswa (apalagi yang lebih teknis tentang cara aplikasi dan step-nya) itu kayaknya jarang yang ditulis dengan jelas.
Selamat datang di dunia per-bloggingan. Jangan jenuh ya. Ngeblog juga sedekah. ^^
Salam kenal. ^^
AAMIIN. Salam kenal juga.. Thanks ya sudah mampir.. kayaknya situ insy. Bakal naik haji deh namanya saja klo disingkat ONH.
BalasHapusWOW..!
BalasHapusKayaknya ndak cukup lah Bos, klo biaya 1/2 M dibayar lewat nulis blog. (IMHO)
Harus berbagi ilmu dan menerapkan ilmunya.
Berbagi ilmunya bisa sih via blog.
Bravo Bang Az!
Cuukuup.. sebagaimana andalan economist klo mo ngeles, tergantung asumsinya. Sekarang mari kita asumsikan... kalau bla-bla.. maka bla-bla.. sehingga bla-bla.. Dengan demikian cuukuup deh.
BalasHapus