Jumat, 26 Oktober 2012

Kontemplasi: Malam Lebaran, Dilema Cinta Ibrahim & teroris basi

Malam ini, saya mencoba kembali meresapi makna & hakikat pengorbanan, dgn tidak sedangkal2x akal, dgn tidak selemah2x keyakinan. Melainkan dengan persangkaan baik pada Yang Maha Baik & Maha Pemberi Kedamaian, Allah Swt, yang menciptakan saya, kamu serta para utusan-utusan yang mulia itu; kita semua segala makhluk2 dengan berbagai jenis, rupa, bentuk & ukuran.

Pikiran sederhana saya mengajukan salah satu indikator 'akal yang dangkal' ialah, jikalau output kontemplasi tersebut menghasilkan konklusi sebagai berikut:
"Semangat pengorbanan.. Mari kita korbankan seseorang.. atau bahkan banyak orang.. Grrr".
So sahabat2 saya yang suuu... ka makan cendol..

Yang suka meneror jelas bukan dari Islam. Argumen saya sederhanaji kasihna: menurut buku Pendais SD saya di SDN Kemaraya Timur, Islam itu berasal dari kata salima, yang artinya selamat. Karena teror tidak membawa selamat, maka teroris bukan seorang muslim/muslimah..
#Salam cendol & Selamat berhari raya Qurban 1433 Hijriah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar